Pelajaran Berharga Dari Guru Muda. Kira-kira Apa ya....
Selasa, 04 Oktober 2016
Comment
Pelajaran Berharga Dari Guru Muda
![]() |
KubahDunia.com. Pagi menjelang siang tadi, ruang kelas 1 di sebuah SD dibuat
geger karena seorang anak kedapatan buang air besar di celana. Setidaknya
demikian laporan singkat yang saya terima saat menjemput si bungsu yang
reaktif, superaktif, dan kadangunpredictable.
"Pap, tadi Si
Anu, poop di
celana. Wuah, baunya luar
biasa."
Frase "luar
biasa" dan "besar" memang sering digunakannya untuk menyangatkan
atau menunjukkan kondisi atau keadaan superlatif yang terjadi. Misalnya,
"Adik lapar besar" atau "Adik capek luar biasa". Entah dari
mana dia mendapatkan padanan kata seperti itu.
Si Anu, temannya
tersebut lalu ditolong oleh seorang ibu guru muda yang baru bertugas beberapa
bulan belakangan. Membayangkan seorang sarjana pendidikan cum laude
membersihkan celana belepotan milik muridnya, lalu membantunya membersihkan
(menceboki) "sisa-sisa" yang menempel di badan muridnya di kamar
mandi sekolah, merangsang naluri saya untuk menghampiri guru muda tersebut dan
bertanya.
"Pengalaman
pertama ya, Bu? Repotkah Ibu dengan kejadian seperti ini?" Pertanyaan
dilontarkan dengan sebelumnya meminta maaf karena rasa penasaran yang
berlebihan.
"Oh, ini adalah
pengalaman ketiga, Pak. Sudah tugas saya, sekalian belajar untuk menghadapi
saat-saat nanti, di kala menjadi orang tua bagi anak-anak saya sendiri."
Muda, cum
laude, dan siap
menempuh pendidikan S2-nya, guru tersebut memberikan pernyataan yang cukup
mencengangkan. Terbayang sebelumnya, saya akan mendapat jawaban seperti ini,
"Iya nih Pak, aduh rempong deh. Mana tercecer dan baunya ke mana-mana, duh
pusing, eneg, hampir-hampir mau 'throw-up' rasanya." Tapi ternyata tidak.
Ibu guru muda tersebut melihat dan menghadapi dengan tenang dan biasa saja
dengan kejadian tersebut. Ia mengambil langkah penanganan secukupnya, sebagai
bagian dari tugas dan proses belajarnya. Meski mungkin dalam kurikulum
kesarjanaannya sebagai Sarjana Pendidikan hal seperti ini tak pernah diajarkan.
"In learning
you will teach, in teaching you will learn." Demikian kalimat bijak Phil Collins yang sejatinya
"cuma" seorang drummer tentang belajar-mengajar. Mungkin kalimat ini
cocok disematkan dan menjadi pokok bahasan yang sama dengan kejadian yang
diceritakan di atas.
Dan setidaknya bisa
disimpulkan bahwa menjadi guru lalu menjadi murid, mengajar atau belajar,
menjalani dua peran, dua tindakan yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari
dengan atau tanpa kita sadari.
Dan kadang pelajaran datang dengan tanpa bisa
diduga waktu kesempatannya, asal usul sumbernya, dan makna di balik terjadinya.
Bisa jadi pelajaran pun bisa datang dari seorang anak yang tak sanggup menahan
hajat besarnya lalu mengeluarkannya di celana.
"Pap, Adik
besok nggak mau kekenyangan jajan lah kalo di sekolah. Nanti kaya Si Anu, poopdi
celana."
See? Bahkan seorang anak kecil pun bisa mengambil pelajaran dari
sebuah kejadian. [ http://www.vemale.com/]
0 Response to "Pelajaran Berharga Dari Guru Muda. Kira-kira Apa ya...."
Posting Komentar
Saran dan Kritik Selalu Kami Harapkan, Demi Perbaikan Website Ini